Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan
Troubleshooting transportation layer3.4
Jumat, 19 Oktober 2018
Posted by sensei
Tag :
TKJ,
Trobelshooting
1. ROUTER

Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring. Router minimal memiliki 2 network interface.
2. PROTOCOL LAPISAN JARINGAN
Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol-protokol lainnya, yakni sebagai berikut:- IP (Internetworking Protocol)
- ARP (Address Resolution Protocol)
- RARP (Reverse Address Resolution Protocol)
- ICMP (Internet Control Message Protocol
- IGMP (Internet Group Message Protocol)
3. NAT

NAT adalah pengalihan suatu alamat IP ke alamat yang lain. Dan apabila suatu paket dialihkan dengan NAT pada suatu link, maka pada saat ada paket kembali dari tujuan maka link ini akan mengingat darimana asal dari paket itu, sehingga komunikasi akan berjalan seperti biasa.
NAT bekerja dengan mengalihkan suatu paket data dari suatu alamat IP ke alamat IP lainnya. Ketika suatu paket dialihkan maka NAT akan mengingat dari mana asal paket dan kemana tujuan paket itu. Dan ketika ada paket kembali maka NAT akan mengirimkannya ke asal paket. Dengan kata lain host hanya akan menerima paket yang dikirim atau yang dimintanya sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.
4. ICMP (INTERNET CONTROL MESSAGE PROTOCOL)
adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP). Pada konsisi normal, protokol IP berjalan dengan baik. Namun ada beberapa kondisi dimana koneksi IP terganggu, misalnya karena Router crash, putusnya kabel, atau matinya host tujuan. Pada saat ini ICMP membantu menstabilkan kondisi jaringan, dengan memberikan pesan-pesan tertentu sebagai respons atas kondisi tertentu yang terjadi pada jaringan tersebut.
Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan ICMP :
- ICMP Error Message (dihasilkan jika terjadi kesalahan jaringan)
- ICMP Query Message (dihasilkan jika pengirim paket mengirimkan informasi tertentu yang berkaitan dengan kondisi jaringan.
ICMP Error Message dibagi menjadi beberapa jenis :
Sebagai paket pengatur kelancaran jaringan paket ICMP tidak diperbolehkan membebani network. Karenanya paket ICMP tidak boleh dikirim saat terjadi problem yang disebabkan oleh :
- Destination Unreachable, dihasilkan oleh router jika pengirim paket mengalami kegagalan akibat masalah putusnya jalur baik secara fisik maupun logic. Destination Unreacheable dibagi lagi menjadi beberapa jenis :
- Network Unreacheable, jika jaringan tujuan tak dapat dihubungi
- Host Unreacheable, jika host tujuan tak bisa dihubungi
- Protocol At Destination is Unreacheable, jika di tujuan tak tersedia protokol tersebut.
- Destination Host is Unknown, jika host tujuan tidak diketahui
- Destination Network is Unknown, jika network tujuan tidak diketahui
- Time Exceeded, dikirimkan jika isi field TTL dalam paket IP sudah habis dan paket belum juga sampai ke tujuannya. Tiap kali sebuah paket IP melewati satu router, nilai TTL dalam paket tsb, dikurangi satu. TTL ini diterapkan untuk mencegah timbulnya paket IP yang terus menerus berputar-putar di network karena suatu kesalahan tertentu. sehingga menghabiskan sumber daya yang ada.
Field TTL juga digunakan oleh program traceroute untuk melacak jalannya paket dari satu host ke host lain. Program traceroute dapat melakukan pelacakan rute berjalannya IP dengan cara mengirimkan paket kecil UDP ke IP tujuan, dengan TTL yang di set membesar.
Saat paket pertama dikirim, TTL diset satu, sehingga router pertama akan membuang paket ini dan mengirimkan paket ICMP Time Exceeded, kemudian paket kedua dikirim, dengan TTL dinaikan. Dengan naiknya TTL paket ini sukses melewati router pertama namun dibuang oleh router kedua, router ini pun mengirim paket ICMP time Exceeded. - Parameter Problem, paket ini dikirim jika terdapat kesalahan parameter pada header paket IP.
- Source Quench, Paket ICMP ini dikirimkan jika router tujuan mengalami kongesti. Sebagai respons atas paket ini pihak pengirim paket harus memperlambat pengiriman paketnya.
- Redirect, paket ini dikirimkan jika router merasa host mengirimkan paket IP melalui router yang salah. Paket ini seharusnya dikirimkan melalui router lain.
- Echo dan Echo Reply, Bertujuan untuk memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif. Program ping merupakan program pengisi paket ini. Respondet harus mengembalikan data yang sama dengan data yang dikirimkan.
- Timestamp dan Timestamp Reply, Menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket.
- Address mask, untuk mengetahui beberapa netmask yang harus digunakan suatu host dalam suatu network.
Sebagai paket pengatur kelancaran jaringan paket ICMP tidak diperbolehkan membebani network. Karenanya paket ICMP tidak boleh dikirim saat terjadi problem yang disebabkan oleh :
- Kegagalan pengririman paket ICMP
- Kegagalan pengiriman paket broadcast atau multicast.
Sejatinya router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan dua network denga subnet berbeda. Kita juga bisa mengaplikasikan fungsi router ini pada semua perangkat komputer dan sistem operasi apa saja, termasuk linux debian. Dengan catatan komputer yang akan dijadikan router ini sudah memiliki dua Network Interfaces, jika lebih akan lebih baik.
Adanya dua interfaces memang salah satu syarat yang harus dimiliki oleh sebuah router. Oke, jika komputer sudah memiliki syarat yang dibutuhkan, kita bisa langsung melakukan konfigurasi. Ikuti baik-baik beberapa langkah sederhana dibawah ini.
Pastikan sudah login sebagai "root". Jika sudah baru kita lakukan konfigurasi.
Masukan IP address untuk masing-masing interfaces
Edit file Interfaces dengan menggunakan perintah berikut.
# nano /etc/network/interfaces
Kemudian edit dan masukan IP address pada setiap interfaces sesuai dengan topologi.
Jika sudah selesai diedit, save (Ctrl+O), Exit, (Ctrl+X). Lebih lengkap tentang penambahan ip address di linux berbasis text.
Tambah nameserver pada file resolv.conf
# nano /etc/resolv.conf
Setelah itu, lakukan beberapa konfigurasi berikut.
# nano /etc/rc.local
Jika sudah, pada PC router lakukan pengetesan koneksi menggunakan perintah ping.
Pastikan semua reply, dalam artian koneksi sudah sukses. Jika gagal ping ke IP 192.168.1.1, coba periksa kembali IP address yang di setting tadi. Pastikan juga PC router sudah terkoneksi dengan baik secara fisik. Bisa gunakan perintah "mii-tool", untuk melihat status link. Jika gagal ping ke google.com, pastikan gateway sudah benar dan nameserver sudah tertulis dengan benar.
Setelah PC router berhasil terkoneksi ke internet dengan baik, baru kita sambungkan ke PC client. Pada komputer client setting ip address sebagai berikut:
Kurang lebih seperti itu untuk setting IP address pada komputer client. Kemudian lakukan ping untuk mengetes koneksi.
Pastikan semua mendapat pesan reply yang berarti terdapat koneksi, dan itu berarti PC router sudah berhasil terkonfigurasi. Jika gagal melakukan ping ke IP 192.168.1.1, ada kemungkinan kesalahan saat konfigurasi di PC routernya. Pastikan file rc.local, sysctl.conf, serta IP address di PC router sudah benar semua.
Adanya dua interfaces memang salah satu syarat yang harus dimiliki oleh sebuah router. Oke, jika komputer sudah memiliki syarat yang dibutuhkan, kita bisa langsung melakukan konfigurasi. Ikuti baik-baik beberapa langkah sederhana dibawah ini.
![]() |
| topologi yang dijalankan |
Pastikan sudah login sebagai "root". Jika sudah baru kita lakukan konfigurasi.
Masukan IP address untuk masing-masing interfaces
Edit file Interfaces dengan menggunakan perintah berikut.
# nano /etc/network/interfaces
Kemudian edit dan masukan IP address pada setiap interfaces sesuai dengan topologi.
auto eth0iface eth0 inet staticaddress 192.168.1.1netmask 255.255.255.0network 192.168.1.0broadcast 192.168.1.255gateway 192.168.1.1auto eth1iface eth1 inet staticaddress 192.168.20.1netmask 255.255.255.240network 192.168.20.0broadcast 192.168.20.255
Jika sudah selesai diedit, save (Ctrl+O), Exit, (Ctrl+X). Lebih lengkap tentang penambahan ip address di linux berbasis text.
Tambah nameserver pada file resolv.conf
# nano /etc/resolv.conf
nameserver 8.8.8.8
Setelah itu, lakukan beberapa konfigurasi berikut.
# nano /etc/rc.local
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE# nano /etc/sysctl.conf
exit0
net.ipv4.ip_forward=1Hilangkan tanda pagar pada baris seperti diatas, karena secara default sudah diberi pagar. Kemudian restart PC router. Perintah yang bisa digunakan adalah "reboot" atau juga "init 6".
Jika sudah, pada PC router lakukan pengetesan koneksi menggunakan perintah ping.
Lakukan ping ke IP 192.168.1.1
Lakukan ping ke IP 8.8.8.8
Lakukan ping ke google.com (atau yang lainnya).
Pastikan semua reply, dalam artian koneksi sudah sukses. Jika gagal ping ke IP 192.168.1.1, coba periksa kembali IP address yang di setting tadi. Pastikan juga PC router sudah terkoneksi dengan baik secara fisik. Bisa gunakan perintah "mii-tool", untuk melihat status link. Jika gagal ping ke google.com, pastikan gateway sudah benar dan nameserver sudah tertulis dengan benar.
Setelah PC router berhasil terkoneksi ke internet dengan baik, baru kita sambungkan ke PC client. Pada komputer client setting ip address sebagai berikut:
IP address 192.168.20.2 (range 1-14)
Netmask 255.255.255.240
Gateway 192.168.20.1
DNS 8.8.8.8
Kurang lebih seperti itu untuk setting IP address pada komputer client. Kemudian lakukan ping untuk mengetes koneksi.
Lakukan ping ke 192.168.20.1
Lakukan ping ke 192.168.1.1
Lakukan ping ke google.com
Pastikan semua mendapat pesan reply yang berarti terdapat koneksi, dan itu berarti PC router sudah berhasil terkonfigurasi. Jika gagal melakukan ping ke IP 192.168.1.1, ada kemungkinan kesalahan saat konfigurasi di PC routernya. Pastikan file rc.local, sysctl.conf, serta IP address di PC router sudah benar semua.



